Jalan-jalan ke Negeri Orang


[Feb 29 2012]
Awal-awal semester 4, bermula dari iseng-iseng buka promo AirAsia.com, tiket JKT-KL return berhasil di dapat.
ari: "jadi ga ni?"
ipul: "gimana teman-teman, jadi ga?"
aku: "yaudah yok, berangkat. nyoba berpetualang. eh berapa hari sih kita?"
ari: "7 hari return"
aku: "ok."

Jadilah kami berangkat bertujuh, ari, adlan, gerry, inchie, ipul, ningrat, dan aku. Dan ternyata baru sadar sebulan menjelang jalan-jalan kalo itu jadwalnya pas bulan puasa. Brrrr, ga kebayang nanti gimana. yaudah berangkat aja. Minggu pagi 4 agustus, Jogja-Jkt via kereta api.

Sorenya nyampe Pasarsenen terus diminta buka puasa di rumah manda ipul. abis buka shalat bentar, trus langsung capcus ke Soetta, nyampe jam 10an ke sana. satu dua jam abis itu ari datang bawa makan sahur, dia udah beberapa hari di Jkt. Dann, pertama kalinya kami menginap di Bandara.



Minggu pagi, lewat portal imigrasi, nunjukin paspor yang baru aja dibuat terus distempel untuk kali pertama. 6.30 wib masuk pesawat, dua jam kemudian 9.30 waktu Malaysia kami masuk portal imigrasi mereka. hmmm, sambutan panas kami rasakan. Entah emang pada semua passenger, atau cuma pada indonesian yang ke sana. kok ketus banget ya, cuma gara-gara ada tiket pesawat hasil robekan yang tadi emang aku simpan di lembar belakang paspor, langsung ngomong kasar. untung dikit banyak aku ngerti bahasa malay, "ngape ni sampah taro' sini?" and then he thrown it. tanya yang lain juga gitu katanya, mungkin mereka termakan isu pecahnya saudara tua satu rumpun. tapi yasudah, kami ke sini mau jalan-jalan. bukan mau perang.

[First time Oversea]
Sekitar dua jam nunggu ningrat, karena dia dapat pesawat jam 8an dari Jkt. Kami naik Bus dari KLIA menuju Putrajaya, pusat pemerintahan Malaysia yang baru. Ihh waw,

to be continued, mau rapat dulu. haha :D

Peribahasa Tanah Garam

Aeng sondeng nandha'agi dalemma lembung
Orang yang pendiam biasanya banyak ilmu.
Agandhu' kotoran
Mempunyai niat buruk terhadap orang lain atau bermanis muka dengan maksud buruk.
Ajam menta sasengnget
Mencelakai diri sendiri.
Aotang dara nyerra dara
Hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa.
Asel ta' adhina asal
Meski kaya tetapi tetap bersahaja dalam bersikap.

Bhasa ghambaranna budhi
Kepribadian seseorang dapat dilihat dari caranya berbicara.
Bhasa nantowagi bhangsa
Bahasa menunjukkan bangsa.
Bibirra nola', atena mella'
Malu malu kucing atau hanya menolak di bibir saja, tetapi sebenarnya dia mau.

Caca pasaran


Bicara tidak tahu aturan atau kabar burung.


Dapor daddi romma
Seseorang yang semula kaya raya, namun kemudian jatuh miskin.
Dung-tedung ajam
Tidur-tiduran.

Epeol kene'


Diulang-ulang sampai bosan mendengarnya.


Konye' ghunong


Seadanya saja tidak perlu berlebihan.


Lebbi bhagus pote tolang katembhang pote matah


Lebih baik mati daripada hidup menanggung malu.


Meltas panjhalin
Cara berjalan yang sangat indah (wanita).
Mesken arta soghi ate
Biar miskin harta, tetapi tetap kaya hatinya.

Sorem arena


Mengalami kesusahan atau sedang menghadapi masalah.


Tadha aeng aghili ka olo


  • Tidak ada orangtua yang minta ke anaknya.
  • Watak anak tidaklah berbeda dengan orangtuanya.



My Note and Pen

















JANGAN SUKA MENUNGGU

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya.

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli.
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan.



Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Untukmu Indonesia

Selamat ulang tahun negeriku tercinta.
Maaf aku masih belum bisa memberikan apa-apa.
Namun aku berjanji, jika telah tiba waktunya nanti aku akan mengabdi pada negeri.
Aku akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk bangsa ini.
Aku akan lunasi janji kemerdekaan, mencerdaskan bangsa untuk kehidupan yang sejahtera.

Aku berjanji. Jiwa ragaku untukmu.
INDONESIA..


-----------------

Happy anniversary my beloved country.
Sorry i still can't give you anything yet.
But i promise, if the time has come i'll serve the country.
i'll give you something best for this nation.
I would pay off the promise of independence, the nation to a prosperous life.

i promise, my body and soul is for you.
INDONESIA..

Sajak Dua Sangkar Penuai Mutiara



Mari, mari kita semua belajar di SMA 3 

Tenaga pendidikan harapan bangsa
Bangun prestasi dengan budi pekerti
Penuh dedikasi tuk menggapai cita-cita
 Gerak langkah generasi muda SMA 3
Kibarkan Bendera pendidikan bangsa


Sebagai bakti anak mulia
Supaya menghantarkan cita-cita Indonesia
 Berjalan bersama memerangi kebodohan
Tak pernah menyerah menghilangkan kemalasan
Ingatan kita tak pernah tergoyahkan
Siap menunaikan yang menjadi kewajiban
 Do'a kami semoga dikabulkan Tuhan
Mohon kekuatan keimanan kami

 -------



 Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua
Kuberjanji memenuhi panggilan bangsaku
Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia


 Bagi kami almamater kuberjanji setia
Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi
Di dalam persatuanmu jiwa seluruh bangsaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara

Sosok Guru Teladan

Mengajarkan ilmu adalah ibadah dunia akhirat, itulah yang menjadi prinsip hidup bagi beliau. Mohammad Hodri, adalah seorang guru agama islam di SMA Negeri 3 Pamekasan, sebuah sekolah favorit di pulau Madura, tempat saya pernah menimba ilmu. Beliau adalah sosok guru yang sederhana, dengan perawakan yang sudah akan lanjut usia.

Beliau mengajarkan kepada saya dan teman-teman bahwa islam bukan hanya keyakinan untuk shalat, dzikir, dan do’a. Namun islam adalah agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Beliau mengajarkan bagaimana kita dapat menerapkan islam dalam kehidupan, bagaimana kita menjalani keseharian dengan menerapkan apa yang Rasulullah Muhammad ajarkan. Beliau mengajarkan bagaimana menerapkan sifat ikhlas, sabar, dan tawakkal kepada Allah, terutama dalam keseharian kami sebagai penuntut ilmu.

Beliau hanya lulusan sarjana di IAIN Malang, Jawa Timur. Walaupun demikian, itu tak membuat saya meremehkan kemampuan beliau atau menganggap beliau seperti orang kebanyakan. Beliau memiliki tiga orang anak, dua putra dan satu putri yang ketiganya sudah dewasa dan ada yang sudah berkeluarga. Satu putra beliau lulusan Al Azhar Cairo, Mesir. Putra yang satunya lagi sedang menempuh studi S2 di Madinah setelah lulus dari Universitas Indonesia. Sedangkan putri beliau bekerja di pengadilan agama walapun lulusan perguruan tinggi swasta.

Beliau sendiri selain menjadi guru, juga menjadi ustadz yang sering diundang mengisi pengajian di berbagai tempat. Dan yang paling sering mengundang beliau adalah Kepolisian Resort kabupaten setempat untuk mengisi pengajian rutin di tiap pekan. Beliau juga menjadi wali sepuh di acara walimah. Pribadi itulah yang membuat saya sangat mengagumi beliau.

Sebagai seorang guru, beliau mengajar saya di setiap jam pelajaran agama dan pada saat pengajian rutin di mushala sekolah yang dilaksanakan setiap jum’at malam. Disamping tauhid dan fiqh, beliau mengajarkan nilai-nilai islam yang harus diterapkan, bagaimana pengertiannya, seperti apa contohnya (yang dicontohkan Rasulullah SAW), dan bagaimana kejadian-kejadian di masyarakat yang bisa dijadikan contoh.

Ikhlas dan tawakkal, itulah nilai-nilai islam yang sangat beliau tekankan kepada kami. Beliau mengajarkan bahwa apa yang sering kita idam-idamkan tidak selalu menjadi yang terbaik, dan bisa saja hal tersebut bertentangan dengan kehendak Allah. “Yang penting adalah berusaha dan berdo’a, selanjutnya serahkan semua pada sang pencipta.”, itulah kata-kata beliau yang saya ingat.

Setahun lalu, saat saya akan meninggalkan bangku SMA dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, saya berniat menjadi seorang arsitek. Niat tersebut sudah bulat, dengan belajar dan berdo’a termasuk juga tahajjud dan dhuha saya panjatkan setiap hari. Saat hendak memilih pilihan jurusan pada pendaftaran Ujian Masuk UGM, saya berniat memilih Arsitektur pada urutan pertama, sedang urutan dua dan tiga saya niatkan mengosonginya. Namun, saat melihat buku panduan, ada pilihan jurusan yang membuat saya tertarik, yaitu Kartografi dan Penginderaan Jauh. Kemudian saya tempatkan jurusan tersebut di pilihan kedua di formulir pendaftaran.

Waktu terus berjalan, jadwal ujian masuk UGM sudah datang, saya laksanakan dengan hati yang tenang dan berharap keinginan saya Allah kabulkan. Selang beberapa hari setelah ujian masuk, hasil sudah dikeluarkan. Pengumuman peserta yang lolos sudah dimuat di situs UGM dan beberapa koran harian di Jogja. saya lihat nama saya di situs, alhamdulillah saya lolos di pilihan kedua. Saya bersyukur, masa depan sudah sedikit terlihat, tetapi di hati sepertinya ada yang berganjal. Namun rasa itu saya abaikan.

Saya ungkapkan kebahagiaan saya kepada keluarga di rumah, teman-teman dan guru-guru di sekolah. Sembari saya datang ke Pak Hodri dan berterus terang, “Alhamdulillah, Pak. Saya sudah dapat tempat kuliah. Namun sepertinya ada yang kurang. Mungkin karena ini bukan pilihan pertama saya.” Lantas beliau menjawab, “Tidak apa-apa, itu kan sudah usaha. Siapa tahu itu yang terbaik dari Allah untuk masa depan kamu.”

Kalimat beliau tersebut saya hayati, berharap itu akan benar adanya. Dan sepertinya memang benar, itu yang mungkin terbaik bagi saya. Karena awalnya saya berniat untuk mengikuti ujian masuk di perguruan tinggi lainnya, namun ada hal yang membuat saya tidak bisa. Dan pilihan kedua yang saya dapatkan tersebut mungkin sebuah petunjuk dari Allah.

Saya berharap suatu saat nanti kenyataannya memang seperti itu, sesuai dengan yang beliau ucapkan, “ Itulah yang terbaik dari Allah ”. Aamiin.

-Semua tulisan di atas adalah sesuai ingatan saya, kalau ada yang salah khususnya menyangkut beliau, mohon dikoreksi. Thanks for reading-

Do'aku di Malam Ini

Ya Allah, malam ini akan menjadi saksi..
Izinkanlah aku beribadah kepada-Mu, dan melaksanakan perintah-Mu,
izinkan aku menuntut ilmu..

Ya Allah, besok aku akan menghadapi ujian akhir nasional, satu titik ujian dalam perjalanan hidupku. Berilah aku kemudahan menjawab soal demi soal dengan benar. Berikanlah aku ketenangan hati dan pikiran, bukalah hatiku, cerahkanlah pikiranku. Berikanlah aku petunjuk ya Allah. Semoga 26 april nanti aku dinyatakan lulus ya Allah. Bersama teman-teman seperjuangan lainnya..


Ya Allah, aku sadar akan kekurangan dan kelemahanku, aku juga manusia biasa. Ingin merasakan kasih sayang dari-Mu dan dari sesamaku. Namun aku menginginkan jalan yang lebih baik dari ini. Semoga dia mengerti keyakinanku. Ya Tuhanku, berilah aku keteguhann hati..


Ya Allah, aku ingin menggapai mimpiku, menyenangkan hati kedua orang tuaku, membuat bangga guru-guruku karena telah memberikan ilmu-Mu padaku. Dan aku ingin melihat orang-orang di sekitarku dan orang-orang yang mengenalku tersenyum akan keberadaanku..

Ya Tuhan, izinkanlah aku merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Menuntut ilmu dengan jalan yang ku pilih yang Engkau ridhoi. Menjadi penuntut ilmu dan menjadi penyenang hati bagi orang lain. Berikanlah aku kesempatan..

Ya Allah, malam ini akan menjadi saksi...
Kabulkanlah do’a ini ya Allah.
Amiin... Ya Rabbal 'Alamiin..

Sunday, 21th march 2010, 22:24.

Lagu Kenangan


Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku muridmu


Guruku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah...

Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas... guru...guru...


Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
S'bagai tanda kasihku untuk semua abdimu

Lalu doa-doa yang slalu engkau panjatkan
Dengan apa membalas... guru... guru....

Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas... guru... guru...

Inilah kami, pada malam terakhir kami.
Di sana, di sebuah tempat yang telah membesarkan kami.
Sekolah kami tercinta, SMAN 3 Pamekasan..

Celurit Emas


“Madura, Akulah Darahmu” seutuhnya
Di atasmu, bongkahan batu yang bisu
Tidur merangkum nyala dan tumbuh berbunga doa

Biar berguling di atas duri hati tak kan luka
Meski mengeram di dalam nyeri cinta tak kan layu
Dan aku

Anak sulung yang sekaligus anak bungsumu
Kini kembali ke dalam rahimmu, dan tahulah
Bahwa aku sapi kerapan
Yang lahir dari senyum dan airmatamu


Seusap debu hinggaplah, setetes embun hinggaplah,
Sebasah madu hinggaplah
Menanggung biru langit moyangku, menanggung karat
Emas semesta, menanggung parau sekarat tujuh benua


Di sini
Perkenankan aku berseru:
Madura, engkaulah tangisku

Bila musim labuh hujan tak turun
Kubasuhi kau dengan denyutku
Bila dadamu kerontang
Kubajak kau dengan tanduk logamku
Di atas bukit garam
Kunyalakan otakku
Lantaran aku adalah sapi kerapan
Yang menetas dari senyum dan airmatamu
Aku lari mengejar ombak, aku terbang memeluk bulan
Dan memetik bintang-gemintang
Di ranting-ranting roh nenekmoyangku

Di ubun langit kuucapkan sumpah:
Madura, akulah darahmu.

(D. Zawawi Imron, 1996)

Kisah Burung yang Mengharukan

Seekor burung betina terkapar di pelataran dengan kondisi tubuh yang parah.


Pasangan jantannya membawakan makanan kepada sang betina dengan kasih sayang dan haru.


Ketika sang jantan memberi makan kepadanya, tak lama kemudian sang betina mati terkulai. Sang jantan sangat terpukul dan berusaha mengangkatnya.

Sang burung jantan akhirnya menyadari bahwa pasangan yang dicintainya telah mati. Ia kemudian "menangis" di hadapan pujaannya yang telah mati.

Sambil berdiri di samping tubuh sang betina, sang jantan kemudian "berteriak" dengan suara yang sangat menyedihkan.
Akhirnya sang burung jantan menyadari bahwa pasangan yang dicintainya telah meninggalkannya dan tak akan bisa hidup kembali bersamanya. Ia berdiri di samping tubuh sang betina dengan sedih dan luka yang mendalam.
Pasangan burung ini dikabarkan diambil fotonya di suatu wilayah di negara Republik Ukraina, saat burung jantan tersebut berusaha menyelamatkan pasangan betinanya. Jutaan orang di Amerika dan Eropa meneteskan air matanya setelah menyaksikan foto-foto ini.
Marilah kita belajar dari kisah ini..